Monday, April 20, 2015

Menenangkan Hati di Taman Narmada (Lombok Barat)

SEKILAS INFO : Kunjungi blog saya yang baru di myeatandtravelstory.wordpress.com yaaa. Di sana, kulinernya diupdate terus...


Tempat ini dulunya berfungsi sebagai tempat peristirahatan raja dan juga sebagai tempat pemujaan. Dibangun oleh Anak Agung Gde Ngurah Karangasem, dari Kerajaan Karangasem Bali pas dia lagi ada di Lombok. Taman Narmada dikenal juga dengan nama Istana Musim Kemarau, soalnya kalo musim kemarau dateng, raja akan meninggalkan istananya di Cakranegara untuk beristirahat di sini. Ya, ga heran sih kalo tempat ini lebih sejuk, selain banyak pepohonan asri, Taman Narmada memiliki banyak kolam yang dapat membawa hawa sejuk ke sekitarnya.


Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Jaraknya sekitar 10 kilometer sebelah timur kota Mataram. Untuk memasuki Taman Narmada ini, kita mesti membayar tiket masuk sebesar 6 ribu rupiah seorang. Jika membutuhkan informasi lebih mengenai taman ini, kita juga bisa meminta seorang pemandu untuk menemani. Tentunya, tidak gratis. Tapi saya sekeluarga memutuskan untuk ngider-ngider sendiri aja, biar lebih bebas.



Di dalam komplek Taman Narmada ini, sebenarnya terdapat dua kelompok bangunan. Kelompok bangunan yang bersifat non religi, berada di bagian barat, atau di dekat pintu masuk saat ini. Bangunan-bangunan ini antara lain ada Bale Mukedas (Bale Agung), Bale Terang, Bale Loji, dan Bale Tajuk yang kin sudah tidak ada lagi.


Kelompok bangunan yang bersifat sakral, berada di sebelah timur, berupa bangunan pura dan Bale Petirtaan. Setelah mendatangi beberapa komplek pura, saya menebak bangunan pura selalu berada di sisi yang lebih dekat dengan Gunung Rinjani. Khususnya di Taman Narmada ini, karena Gunung Rinjani ada di sebelah timur taman, maka pura berada di sebelah timur.


Pemandangan ke arah timur di atas dilihat dari Bale Terang. Tampak sebuah kolam yang disebut telaga Padamawangi. Di sebelah kiri atau utara kolam, ada tampak sepotong bangunan yang disebut Bale Petirtan. Di sebelah timur kolam, tampak undakan-undakan masif yang mana di pelataran puncaknya terdapat sebuah pura. Enak banget pokoknya "mangkal" di sini. Anginnya sepoi-sepoi. Kebayang jaman dulu, seorang rajalah yang sedang berada di posisi saya. Asoy!

Turung ke bawah, di sebelah kolam ada sebuah bangunan kecil, Bale Petirtaan namanya. Bale Petirtaan merupakan bangunan yang di dalamnya terdapat mata air awet muda. Ada dua buah patung yang menjaga pintu masuk. Walaupun pintunya digembok, kita bisa meminta kuncen untuk membukanya. Karena saya ga berminat hal-hal beginian, saya menolak tawaran kuncen untuk masuk ke dalam. Sebenernya sih, khawatir mesti ngasih duit, heheee...



Dari sini, saya berjalan lagi menaiki tangga yang melewati 5 undakan yang ukurannya besar, persis seperti benteng. Di puncak undakan, ada sebuah pura yang bernama Pura Kelasa atau Pura Narmada. Pintunya sepertinya ditutup sehingga saya ga bisa liat kayak apa dalemnya. Sebelum pulang, saya sekeluarga menyempatkan membeli sate sapi yang dijual oleh penjaja yang mangkal di depan pura.

Taman Narmada
Jalan Raya Narmada, Lombok Barat
Koordinat GPS : -8.595219,116.203603 (copy ke search bar Google Maps)

1 comment: